Jakarta - Wakil Ketua DPRD DKI Lulung
Lunggana dan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terlibat
perseturuan sengit menyusul penataan pedagang kaki lima (PKL) di Tanah
Abang. Konflik itu mereda lewat pembicaraan via telepon.
Hubungan
Ahok dan Haji Lulung itu mencuat ketika Haji Lulung meminta Ahok dites
kejiwaan gara-gara suka ngomong sembarangan. Tidak hanya diminta tes
kejiwaan, Ahok juga didesak oleh pendemo dari Rakyat Jahit Mulut Ahok
(Rajjam) untuk minta maaf kepada tokoh Tanah Abang tersebut. Pedemo
bahkan sempat 'mengejar' Ahok hingga ruang kerjanya agar mau menemui
mereka.
Permintaan Lulung dan desakan pendemo ditanggapi Ahok
dengan penuh ketenangan dan senyuman. Eks Bupati Belitung Timur itu
mengaku sudah sakit jiwa, tapi bisa lolos menjadi pejabat. Ia tidak
pernah menyebut Lulung tolol dan tidak pernah menyebut ada oknum DPRD
yang ada di balik kisruh PKL Tanah Abang.
Ahok pun bersedia
menghubungi Lulung melalui handphonenya. Di ujung telepon, mereka
sepakat bertemu empat mata dan menstop adu argumen. Namun ayah 3 anak
ini menegaskan tidak minta maaf kepada Lulung.
